Tabel Estimasi Defisit K Total
| K Serum (mEq/L) | Estimasi Defisit Total | Kecepatan Penggantian |
| 3.0 – 3.5 | 150–200 mEq | Lambat — oral atau IV perifer |
| 2.5 – 3.0 | 200–400 mEq | IV, monitor ketat, EKG jika ada gejala |
| 2.0 – 2.5 | 400–600 mEq | IV wajib, monitor EKG kontinyu |
| <2.0 | >600 mEq | ICU, vena sentral, EKG kontinyu, koreksi Mg |
Defisit bervariasi luas — ini estimasi kasar. Setiap 0.1 mEq/L ↓ ≈ 100–200 mEq defisit. Cek ulang setiap 20–40 mEq KCl yang diberikan.
Rate Infus & Konsentrasi KCl Intravena
| Akses Vena | Rate Maksimum | Konsentrasi Maks | Catatan |
| Perifer | 10 mEq/jam | 40 mEq / 100 mL | Nyeri di vena; hindari phlebitis |
| Sentral (rutin) | 20 mEq/jam | 80 mEq / 100 mL | Monitor EKG kontinyu |
| Sentral (emergensi, ICU) | 40 mEq/jam | 100 mEq / 100 mL | EKG + nurse 1:1, jarang diperlukan |
⚠ Jangan bolus KCl langsung IV — dapat menyebabkan henti jantung. Selalu encerkan dan infus lambat.
Jika K <2.5 atau ada perubahan EKG → monitor EKG kontinyu wajib.
Pilihan Oral vs Intravena
| K Serum | Pilihan Utama | Dosis Oral (jika dipilih) |
| 3.0 – 3.5 mEq/L | Oral (lebih aman, lebih murah) | KCl slow release 600 mg (8 mEq) 2–4× sehari; atau suplemen diet (pisang, alpukat) |
| 2.5 – 3.0 mEq/L | Oral + IV kombinasi | Oral + KCl 20–40 mEq IV dalam 2–4 jam (perifer) |
| <2.5 mEq/L atau gejala | IV wajib | — |
| K normal post-ICU | Maintainance oral / diet | KCl 20–40 mEq/hari oral atau tingkatkan asupan diet K |
💡 Mg Reminder — Hipokalemia Refrakter
Jika K tidak naik meski sudah dikoreksi adekuat → periksa Mg serum.
Hipomagnesemia menyebabkan kebocoran K dari sel tubulus ginjal → hipokalemia refrakter.
Koreksi Mg terlebih dahulu: MgSO₄ 2g IV dalam 100 mL NaCl 0.9% selama 20–30 menit.
Gunakan kalkulator Mg di bawah untuk dosis lengkap.
Perubahan EKG pada Gangguan Kalium
| Kondisi | Perubahan EKG (urutan progresif) |
| Hipokalemia | Gelombang T mendatar/terbalik → Gelombang U prominen → QT memanjang → Depresi ST → Ektopi (PVC) → VT/VF |
| Hiperkalemia | T lancip (peaked T) → PR memanjang → QRS melebar → P menghilang → Pola sine wave → VF / Asistol |
EKG harus segera dilakukan pada K <2.5 atau >6.0 mEq/L. Perubahan EKG tidak selalu berkorelasi linear dengan kadar K — bisa terjadi aritmia pada nilai yang "tidak terlalu ekstrem" jika disertai faktor lain (digitalis, hipokalsemia, asidosis).