Latar Belakang
CPIS pertama dipublikasikan Pugin et al. (1991). Modified CPIS (Singh et al. 2000) digunakan dalam protokol de-eskalasi: pasien VAP empiris dievaluasi pada hari ke-3 — jika CPIS ≤6 dan kultur negatif, antibiotik dapat dihentikan. Panduan ATS/IDSA 2016 merekomendasikan diagnosis VAP berdasarkan klinis + kultur kuantitatif.
Tabel Penilaian CPIS (Modified Singh 2000)
| Parameter | 0 poin | 1 poin | 2 poin |
| Suhu (°C) | 36.5–38.4 | 38.5–38.9 | ≤36.0 atau ≥39.0 |
| Leukosit | 4.000–11.000 | <4.000 atau >11.000 | +1 jika Band ≥50% |
| Sekret trakeal | Tidak ada | Sedikit/non-purulen | Banyak/purulen |
| PaO₂/FiO₂ | >240 atau ARDS | — | ≤240, bukan ARDS |
| Rontgen Thorax | Tidak ada infiltrat | Difus/patchy | Lokal/segmental |
| Kultur trakeal | Tidak ada patogen | Kuman patogen | +1 jika sesuai Gram stain |
Interpretasi
| CPIS | Interpretasi | Tindakan |
| ≤6 | VAP tidak mungkin | Pertimbangkan hentikan antibiotik (Protokol Singh hari ke-3); evaluasi ulang |
| >6 | VAP kemungkinan besar | Lanjutkan antibiotik VAP; de-eskalasi berdasarkan kultur; evaluasi 48–72 jam |
Keterbatasan CPIS
- Sensitivitas 65–72%, spesifisitas 51–84% — tidak cukup untuk diagnosis tunggal VAP
- Lebih berguna sebagai alat de-eskalasi daripada diagnosis (Protokol Singh hari ke-3)
- Panduan ATS/IDSA 2016: diagnosis VAP = klinis + kultur kuantitatif, bukan hanya CPIS
- ERS/ESICM/ESCMID/ALAT HAP/VAP Guidelines 2022 (Torres A et al. Eur Respir J 2022): CPIS bukan alat diagnosis primer VAP. Diagnosis berbasis klinis + kultur kuantitatif (BAL ≥10⁴ CFU/mL atau mini-BAL ≥10³ CFU/mL). CPIS berguna hanya untuk de-eskalasi antibiotik (Protokol Singh hari ke-3), bukan sebagai kriteria diagnosis tunggal.
- VAE (Ventilator-Associated Events) — CDC 2023: Untuk keperluan surveillance mutu ICU, CPIS digantikan oleh sistem VAE: VAC (Ventilator-Associated Condition) → IVAC (Infection-related VAC) → possible/probable VAP. VAE tidak digunakan untuk keputusan terapi individual.